Alexis Haselberger

Jalan tak terduga menuju karier yang memuaskan

Mengajar secara online bukanlah bagian dari rencana karier awal Alexis Haselberger. Begitu juga dengan pelatihan tatap muka. Tinggal di pusat teknologi Bay Area, Alexis menghabiskan 15 tahun pertama kariernya bekerja di perusahaan yang masih merintis, menyaksikan rekan-rekan kerjanya kelelahan akibat ritme kerja yang intens dan jam kerja panjang yang seringkali menyertai kehidupan perusahaan rintisan.  Tentu saja, Alexis ingin menjalankan pekerjaannya dengan baik, tetapi ia tidak ingin menyerah pada tekanan yang sama seperti yang dialami rekan-rekannya. Daripada bekerja lembur di rumah atau pada akhir pekan untuk menyelesaikan daftar tugas pekerjaan yang tak ada habisnya, Alexis mengembangkan beberapa skill yang membantunya menyelesaikan berbagai hal tanpa kehilangan waktu tidurnya. Atasannya bahkan memperhatikan, dan berkata, “Alexis dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam 20 jam, sedangkan kebanyakan orang dapat menyelesaikannya dalam 60 jam”.

Di sinilah kariernya berbelok ke arah yang tak terduga. Atasan Alexis memintanya untuk mengadakan lokakarya produktivitas bagi rekan-rekannya. Membuat konten untuk lokakarya serta mencari cara untuk menyederhanakan praktik manajemen waktu dan produktivitasnya agar dapat diadopsi oleh rekan-rekan kerjanya dalam pekerjaan sehari-hari merupakan momen yang mencerahkan bagi Alexis. Ia menyadari bahwa ia dapat mengajarkan skill ini secara profesional, dan ia sangat menikmatinya.  Sedikit demi sedikit, saat waktu luangnya, ia membangun program pelatihan untuk membantu para profesional mengoptimalkan waktu mereka dan melepaskan diri dari kekacauan dunia kerja modern. “Saya ingin orang-orang menikmati hidup mereka semaksimal mungkin”, jelas Alexis. “Untuk memanfaatkan waktu mereka dengan cara yang membuat mereka merasa senang”.

Alexis masih berada di tahap awal peralihan kariernya ke bidang pelatihan ketika seseorang dari Udemy menghubunginya. Mereka bertanya apakah Alexis tertarik untuk membuat kursus manajemen waktu bari para pelanggan Udemy Business agar dapat dibagikan kepada karyawan mereka. Lokakaryanya akan menjangkau audiens yang jauh lebih besar.  Dengan lima kursus di Udemy, pelajaran produktivitas dan manajemen waktu Alexis kini telah menjangkau hampir 180.000 pembelajar di seluruh dunia. “Tidak mungkin saya dapat mencapai jangkauan sebesar itu jika hanya menjalankan bisnis dengan satu atau dua orang”, ungkapnya. Pelatihan privat untuk satu orang tidaklah praktis bagi banyak pekerja, entah karena keterbatasan waktu, anggaran, atau bahkan kesulitan menemukan pelatih. Itulah sebabnya pembelajaran online sangat bermanfaat bagi pelajar dan instruktur. Pembelajaran online mendemokratisasi pendidikan bagi mereka yang bersemangat untuk belajar dan memungkinkan instruktur berbagi keahlian mereka sejauh yang dapat dijangkau internet.

Bagaimana dengan Anda?

Bagi pembelajar, instruktur, dan organisasi, skill memiliki kekuatan untuk memberdayakan. Peluang apa yang Anda dapat dari skill tersebut? Kami ingin mendengar cerita transformasi Anda.

Bagikan cerita Anda
Skill yang dipelajari. Cerita transformasi.